STAI Kembali Gelar Seminar Narkoba

  Sabtu, 10 Maret 2018      Admin

Rounded Image
 
[www.stai-aljawami.ac.id] Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kembali diselenggarakan STAI Yapata Al-Jawami yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (10/03/2018) di auditorium kampus. Dalam acara yang diikuti oleh mahasiswa, siswa dan guru BK se-Bandung Raya tersebut, turut didatangkan pula Yayasan GRAPIKS yang biasa merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

Seperti yang diketahui bersama, narkoba meliputi zat alam atau sintetis yang bila dikonsumsi dapat menimbulkan perubahan fungsi fisik dan psikis, serta menimbulkan ketergantungan. Jika disalahgunakan untuk tujuan di luar pengobatan, narkoba dapat mengubah kerja saraf otak sehingga akan sulit berpikir, berperasaan, dan berperilaku tidak normal. Berbagai cara telah dilakukan badan negara untuk mengatasi keadaan ini, mulai dari sosialisasi, pencegahan, pemberantasan, dan lainnya.

“Hanya satu hal paling penting dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba, yaitu peduli. Peduli pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar,” ujar Kartono sebagai ketua Yayasan GRAPIKS.

Sementara Kasie Rehabilitasi TS, KP, Napza dan PO Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ipik Supena, mengatakan: “Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengelola diri agar jauh dari narkoba. Di antaranya, aktif memegang teguh norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan; aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga, sosial, dan agama; hadapilah persoalan hidup dengan tidak takut, panik, ataupun stres karena setiap masalah pasti ada solusinya; ceritakan setiap persoalan kepada orang yang dipercaya; hindari pergaulan dengan orang-orang yang sudah terindikasi sebagai pemakai narkoba; dan lain-lain.”

Perlu diketahui, pencegahan, penanggulangan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba merupakan tanggung jawab bersama guna mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif. Harapannya, dapat terwujud stabilitas pembangunan nasional, masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. “Keberadaan Ditres Narkoba dan BNN khusus menangani dan berwenang menyelidiki kasus narkoba. Hal ini tentu dibantu oleh tim hukum yang terdiri atas kepolisian, kejaksaan, dan lain sebagainya, serta medis seperti kedokteran dan psikolog”, tukas Kompol. Susiana sebagai Binluh Dit. Narkoba Polda Jawa Barat.



Lalu, apa yang harus dilakukan dalam memberantas narkoba? “Terdapat beberapa langkah yang dapat diperbuat.

Pertama, selalu waspada dengan perkembangan teknologi, canggihnya teknologi membuat para pengedar dapat dengan mudah melancarkan niatnya untuk mengedarkan obat terlarang tersebut. Kedua, tanamkan keteladanan agar dapat memberi bimbingan dan dorongan untuk berbuat lebih baik. Ketiga adalah peduli, sekaligus hal paling penting untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba”, ujar Hasjim Rochimi sebagai Ketua STAI Yapata Al-Jawami.

Untuk itu, sejak tahun 2002 STAI Yapata Al-Jawami telah mengintegrasikan materi tentang pemahaman bahaya narkoba kedalam kurikulum dengan dibentuk matakuliah MP4GN. Harapannya, mahasiswa akan menjadi pelopor sejati dalam memberantas narkoba, bukan hanya sebagai “penonton” bahkan menjadi pemilik, penadah, pengedar, atau pemakai. Selain menjadi salah satu mesin propaganda yang mampu merobohkan sebuah kemunkaran, mahasiswa diharapkan menjadi kelompok massa idealis yang menjunjung tinggi nilai-nilai norma serta moral, juga menjadi agen perubahan terutama di bidang pencegahan dan pemberantasan narkoba.