Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

  Sabtu, 25 Februari 2017      Rizal Muttaqin

Rounded Image
 
[www.stai-aljawami.ac.id] Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Hadadi, ST., M.Si. menyatakan, tanpa perguruan tinggi swasta (PTS) diantaranya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta, Jawa Barat akan terpuruk. Ini karena banyaknya institusi PTS di wilayah tersebut.

Menurut Hadadi, saat ini sekitar 97 persen dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia adalah PTS. Sementara, perguruan tinggi negeri (PTN) hanya tiga persen. "Sementara jumlah mahasiswa ada 70 persen di antaranya mengenyam pendidikan tinggi di swasta, dan hanya 30 persen kuliah di PTN. Maka tanpa PTS Jawa Barat akan terpuruk," kata Hadadi saat memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami di Bandung, Sabtu (25/02).

Dia mengatakan, PTS terutama perguruan tinggi Islam telah memberikan peran yang begitu besar terhadap perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Dan peran negara, khususnya di bidang pendidikan tinggi telah diambil sebagian besarnya oleh PTS di Indonesia.

"Pendidikan harus terus kita perbaiki terutama di tingkat perguruan tinggi dan PTS telah mengambil peran negara begitu besar. Termasuk tingkat APK (angka partisipasi kasar) di Jawa Barat juga bisa naik berkat swasta," katanya. Untuk itu, diperlukan fokus pengembangan terhadap PTS di Indonesia dan peran negara perlu dikuatkan untuk mengembangkan PTS, sehingga akan setara dengan PTN. Ketika negara sudah diuntungkan dengan hadirnya PTS mewakili peran negara, maka sekarang tinggal negara mengokohkan peran PTS tersebut dengan cara memprogramkan dan mengokohkan kesetaraan perlakuan untuk kesetaraan kualitas demi masa depan bangsa.

Sementara itu, Wakil Koordinator KOPERTAIS Wilayah II jawa Barat dan Banten, Drs. Nasihudin, M.Pd., perkembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) secara kuantitatif dewasa ini mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data yang dipublikasikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS), jumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini sudah mencapai 50 lebih Institusi. PTAIN saat ini terdiri dari 6 Universitas Islam Negeri (UIN), 12 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan 32 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Adapun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berstatus swasta (PTAIS), tercatat sebanyak 461 Institusi yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

“PTKI sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, jelas mempunyai kontribusi terhadap model keberagamaan masyarakat Muslim Indonesia, lebih khusus Jawa Barat. Studi Islam yang dikembangkan di PTKI tidak hanya mendukung model keberagamaan inklusif di kalangan masyarakat Muslim Indonesia, lebih dari itu juga menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.” tutur Nasihudin.

Menurut Nasihudin, dengan konsep tri dharma Perguruan Tinggi yang diembannya, PTKI telah memberikan konsep dan aksi nyata dalam pembinaan kehidupan beragama di Indonesia. Mahasiswa PTKI yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah semakin membuktikan bahwa jaringan PTKI tidak hanya bekerja pada level “elit” tetapi juga menyentuh level “akar rumput” yang membutuhkan pencerahan dan pemahaman keagamaan yang terbuka dan toleran.

Kuliah umum ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Tinggi Al-Jawami, Dr. H. Deding Ishak, SH., MM., beserta seluruh dosen, mahasiswa dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami.